Featured 1

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 2

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 3

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 4

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 5

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Thursday, 4 May 2017

Lokasi Penempatan Alat Penetas Telur Yang Benar

Mesin penetas telur ayam merupakan salah satu alat bantu dalam proses penetasan telur dan memiliki cara kerja pengeraman telur tanpa induk yang dibantu dengan lampu pijar. Pada mesin penetas ini terdapat rak telur dengan berbagai kapasitas daya tampung yang dapat diputar baik secara otomatis maupun manual. Alat bantu tetas ini juga dilengkapi pengatur suhu seperti thermostat. Dan dengan menggunakan alat bantu ini diharapkan agar telur yang akan ditetaskan menjadi lebih banyak, sehingga dalam waktu yang singkat kita bisa mendapatkan atau memelihara ayam yang banyak.



Menetaskan telur ayam yang baik dan benar dengan menggunakan alat bantu mesin, terdapat 4 poin penting yang harus diperhatikan yaitu :
Pemilihan telur ayam yang baik untuk ditetaskan
Telur tetas merupakan telur yang didapat dari induk betina yang dipelihara bersama ayam pejantan dengan perbandingan tertentu. Telur tetas memiliki bagian-bagian yang masing-masing bagian tersebut memiliki peran penting dalam perkembangan embrio hingga bisa menetas. Agar telur dapat menetas dengan baik, sangat tergantung pada keadaan telur tetas dan penanganannya.
Telur yang baik akan menentukan tingkat keberhasilan dalam penetasan, oleh karena itu kita harus mengetahui ciri-ciri telur yang baik untuk ditetaskan. Dalam menetaskan telur dengan menggunkan alat tetas, kita harus memilih telur yang benar-benar memiliki embrio didalamnya karena tidak semua telur memiliki embrio sehingga bisa ditetaskan.
Telur yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut: telur didapatkan dari induk jantan dan betina yang berumur kurang dari 12 bulan, tidak cacat (retak, kasar, cangkang lembek, kuning dobel, dll), tidak memiliki bau busuk, memliki berat normal 40-45gr/butir untuk telur ayam kampung, rongga udara terlihat jelas dan tidak berpindah-pindah.
Persiapan mesin penetas
Untuk menggunakan mesin penetas telur ayam, pastikan Anda sudah mengetahui tentang cara kerja serta cara mengoperasikannya. Apabila Anda memiliki mesin baru, lakukan test mesin terlebih dahulu sebelum benar-benar menggunakannya untuk menetaskan telur.
Anda harus memastikan semua komponen pada mesin berjalan dengan baik seperti ketepatan thermostat, bekerjanya sumber pemanas serta pemutar otomatis telur (untuk mesin otomatis) dll. Tempatkan mesin ditempat yang tepat (tidak terkena sinar matahari secara langsung). “lokasi yang ideal untuk menempatkan mesin“
Proses penetasan
Dalam proses penetasan telur ayam dengan inkubator bisanya memerlukan waktu antara 21-22 hari dengan tahapan seperti berikut: Hari pertama : Pada pagi hari, masukkan telur yang sudah siap pada mesin dengan sudut sekitar 40°, bagian lancip dibawah dan bagian tumpul diatas dan tutup pintu rapat-rapat sampai dengan hari ke-2. Hari ke-3: Putar telur 3x sehari dipagi hari, siang dan sore (Jangan keluarkan telur dari mesin). Hari ke-4: Buka ventilasi ¼ bagian selama 15 menit untuk mendinginkan telur setelah itu balik telur. Hari ke-5: Buka ventilasi ½ bagian dan mulailah membalik telur. Hari ke-6: Buka ventilasi ¾ bagian dan balik telur. Hari ke-7: Balik telur dan buka ventilasi seluruhnya dan mulailah menyortir telur yang kosong. Hari ke 8 s.d 13: Balik telur dan dinginkan. Hari ke-14: Balik telur dan sortir lagi bibit yang mati (Bibit yang mati akan terlihat cairan atau darah sedangkan yang hidup akan terlihat titik yang bercabang). Hari ke 15 s.d 17: Balik telur dan dinginkan. Hari ke-18 : Balik telur dan pastikan mesin masih dalam keadaan tertutup. Hari ke-19 : Ketika telur mulai retak mulailah menambah kelembaban udara pada mesin tetas dengan cara menggantungkan kain basah disekitar telur (Jangan sampai menetesi pipa pengantar panas). Hari ke-20: Ketika telur sudah mulai menetas tutup kaca pengintai dengan kertas atau kain hitam. Hari ke-21 : Keluarkan bak air dan kain dari mesin karena telur sudah menetas. Hari ke-22 : Mulailah memindahkan anak ayam yang telah menetas ke tempat induk buatan.
Perlakuan pasca tetas
Setelah anak ayam menetas dan dikeluarkan dari mesin, seharusnya jangan langsung beri makan atau minum terlebih dahulu. Pada umumnya anak ayam dapat bertahan selama 2 hari tanpa diberi makan dan minum karena masih terdapat cadangan makanan didalam tubuhnya. Jika memang ingin memindahkan anak ayam, pastikan tempat tersebut benar-benar bersih dan sehat. Selanjutnya terserah Anda apakah mau dipisah dengan indukannya atau tidak. Tetapi untuk mencegah induk ayam agar tidak setres, sebaiknya Anda menyampurnya dengan indukannya tidak diforsir ada jeda waktu untuk “istirahat” pemulihan tenaga.

Cara Perawatan Mesin Inkubator

Salah satu langkah penting yang harus dilakukan dalam menggunakan inkubator adalah membersihkan-nya setelah telur menetas. Panas dan kelembaban di dalam inkubator menciptakan kondisi ideal bagi kuman untuk berkembang, dan penetasan menghasilkan banyak limbah organik bagi kuman untuk berkembang. Penumpukan sisa-sisa kotoran atau serpihan dari telur yang menetas dapat mengakibatkan tingkat penetasan menjadi rendah.
Jika terdapat banyak sisa-sisa penetasan yang menumpuk pada nampan penampungan dibawah rak penetasan dalam inkubator Anda, pembersihan akan lebih cepat dan lebih mudah jika Anda memberi alas pada nampan penampungan dengan aluminium foil. Setelah menetas, Anda dapat menggulung dan membuang aluminium foil yang berisi sisa penetasan dan kotoran lainnya itu dengan hati-hati.
Langkah terbaik yang bisa Anda lakukan untuk memastikan kebersihan dan sanitasi sebuah inkubator yaitu dengan segera melakukan pembersihan dan disinfektan setiap kali proses penetasan selesai. Begitu semua proses penetasan selesai – dan semua tukik, cangkang, dan telur yang tidak menetas telah dikeluarkan dari inkubator – cabut kabel power listrik, keluarkan semua peralatan yang bisa dikeluarkan, dan cuci semua perlatan yang bisa dicuci.
Lakukan penyedotan (vacuum) sisa-sisa kotoran kering, lalu bersihkan dengan hati-hati menggunakan cat kuas lembut pada kipas, pemanas, dan thermostat. Kemudian Anda bisa melakukan penyedotan dengan menggunakan selang vacuum untuk menghisap sisa-sisa bulu yang tertinggal. Sikat gigi bekas sangat berguna untuk membersihkan sudut-sudut dan daerah sulit dijangkau.
Jangan mencoba untuk membersihkan kontrol inkubator Anda dengan peralatan bertekanan udara atau perangkat tekanan lainnya, karena bisa mengakibatkan sisa-sisa kotoran masuk ke dalam kontrol dan menyebabkan kerusakan serius.
Setelah inkubator dibersihkan dengan baik, gosok dengan air sabun hangat. Lakukan dengan hati-hati agar tidak sampai membasahi pemanas atau bagian-bagian listrik lainnya. Jika Anda tidak akan menggunakannya untuk beberapa waktu hingga proses penetasan berikutnya, maka yang perlu Anda lakukan adalah membiarkan inkubator tetap terbuka sampai mengering secara menyeluruh – sebaiknya di bawah sinar matahari – kemudian menyimpannya di tempat yang bersih.
Namun bila Anda ingin langsung melakukan penetasan berikutnya, tindak lanjuti dengan menggosok menggunakan disinfektan yang aman. Idealnya, inkubator harus dibersihkan secara menyeluruh setelah setiap penetasan. Jika penetasan pertama Anda berhasil, namun tingkat penetasan berikutnya berantakan, Anda bisa cukup yakin bahwa penyebabnya adalah inkubator Anda tidak dibersihkan dan dideinfeksi dengan benar. Membersihkan setelah setiap penetasan bukanlah masalah yang sulit, oleh sebab itu pastikan selalu melakukan pembersihan dan perawatan setiap kali selesai proses penetasan.

Mesin Penetas Telur Ayam: Cara Menetaskan Yang Baik & Benar

Mesin penetas telur ayam merupakan salah satu alat bantu dalam proses penetasan telur dan memiliki cara kerja pengeraman telur tanpa induk yang dibantu dengan lampu pijar. Pada mesin penetas ini terdapat rak telur dengan berbagai kapasitas daya tampung yang dapat diputar baik secara otomatis maupun manual. Alat bantu tetas ini juga dilengkapi pengatur suhu seperti thermostat. Dan dengan menggunakan alat bantu ini diharapkan agar telur yang akan ditetaskan menjadi lebih banyak, sehingga dalam waktu yang singkat kita bisa mendapatkan atau memelihara ayam yang banyak.
Related image
Menetaskan telur ayam yang baik dan benar dengan menggunakan alat bantu mesin, terdapat 4 poin penting yang harus diperhatikan yaitu :
Pemilihan telur ayam yang baik untuk ditetaskan
Telur tetas merupakan telur yang didapat dari induk betina yang dipelihara bersama ayam pejantan dengan perbandingan tertentu. Telur tetas memiliki bagian-bagian yang masing-masing bagian tersebut memiliki peran penting dalam perkembangan embrio hingga bisa menetas. Agar telur dapat menetas dengan baik, sangat tergantung pada keadaan telur tetas dan penanganannya.
Telur yang baik akan menentukan tingkat keberhasilan dalam penetasan, oleh karena itu kita harus mengetahui ciri-ciri telur yang baik untuk ditetaskan. Dalam menetaskan telur dengan menggunkan alat tetas, kita harus memilih telur yang benar-benar memiliki embrio didalamnya karena tidak semua telur memiliki embrio sehingga bisa ditetaskan.
Telur yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut: telur didapatkan dari induk jantan dan betina yang berumur kurang dari 12 bulan, tidak cacat (retak, kasar, cangkang lembek, kuning dobel, dll), tidak memiliki bau busuk, memliki berat normal 40-45gr/butir untuk telur ayam kampung, rongga udara terlihat jelas dan tidak berpindah-pindah.
Persiapan mesin penetas
Untuk menggunakan mesin penetas telur ayam, pastikan Anda sudah mengetahui tentang cara kerja serta cara mengoperasikannya. Apabila Anda memiliki mesin baru, lakukan test mesin terlebih dahulu sebelum benar-benar menggunakannya untuk menetaskan telur.
Anda harus memastikan semua komponen pada mesin berjalan dengan baik seperti ketepatan thermostat, bekerjanya sumber pemanas serta pemutar otomatis telur (untuk mesin otomatis) dll. Tempatkan mesin ditempat yang tepat (tidak terkena sinar matahari secara langsung). “lokasi yang ideal untuk menempatkan mesin“
Proses penetasan
Dalam proses penetasan telur ayam dengan inkubator bisanya memerlukan waktu antara 21-22 hari dengan tahapan seperti berikut: Hari pertama : Pada pagi hari, masukkan telur yang sudah siap pada mesin dengan sudut sekitar 40°, bagian lancip dibawah dan bagian tumpul diatas dan tutup pintu rapat-rapat sampai dengan hari ke-2. Hari ke-3: Putar telur 3x sehari dipagi hari, siang dan sore (Jangan keluarkan telur dari mesin). Hari ke-4: Buka ventilasi ¼ bagian selama 15 menit untuk mendinginkan telur setelah itu balik telur. Hari ke-5: Buka ventilasi ½ bagian dan mulailah membalik telur. Hari ke-6: Buka ventilasi ¾ bagian dan balik telur. Hari ke-7: Balik telur dan buka ventilasi seluruhnya dan mulailah menyortir telur yang kosong. Hari ke 8 s.d 13: Balik telur dan dinginkan. Hari ke-14: Balik telur dan sortir lagi bibit yang mati (Bibit yang mati akan terlihat cairan atau darah sedangkan yang hidup akan terlihat titik yang bercabang). Hari ke 15 s.d 17: Balik telur dan dinginkan. Hari ke-18 : Balik telur dan pastikan mesin masih dalam keadaan tertutup. Hari ke-19 : Ketika telur mulai retak mulailah menambah kelembaban udara pada mesin tetas dengan cara menggantungkan kain basah disekitar telur (Jangan sampai menetesi pipa pengantar panas). Hari ke-20: Ketika telur sudah mulai menetas tutup kaca pengintai dengan kertas atau kain hitam. Hari ke-21 : Keluarkan bak air dan kain dari mesin karena telur sudah menetas. Hari ke-22 : Mulailah memindahkan anak ayam yang telah menetas ke tempat induk buatan.
Perlakuan pasca tetas
Setelah anak ayam menetas dan dikeluarkan dari mesin, seharusnya jangan langsung beri makan atau minum terlebih dahulu. Pada umumnya anak ayam dapat bertahan selama 2 hari tanpa diberi makan dan minum karena masih terdapat cadangan makanan didalam tubuhnya. Jika memang ingin memindahkan anak ayam, pastikan tempat tersebut benar-benar bersih dan sehat. Selanjutnya terserah Anda apakah mau dipisah dengan indukannya atau tidak. Tetapi untuk mencegah induk ayam agar tidak setres, sebaiknya Anda menyampurnya dengan indukannya tidak diforsir ada jeda waktu untuk “istirahat” pemulihan tenaga.