
Salah satu langkah penting yang harus dilakukan dalam menggunakan inkubator adalah membersihkan-nya setelah telur menetas. Panas dan kelembaban di dalam inkubator menciptakan kondisi ideal bagi kuman untuk berkembang, dan penetasan menghasilkan banyak limbah organik bagi kuman untuk berkembang. Penumpukan sisa-sisa kotoran atau serpihan dari telur yang menetas dapat mengakibatkan tingkat penetasan menjadi rendah.
Jika terdapat banyak sisa-sisa penetasan yang menumpuk pada nampan penampungan dibawah rak penetasan dalam inkubator Anda, pembersihan akan lebih cepat dan lebih mudah jika Anda memberi alas pada nampan penampungan dengan aluminium foil. Setelah menetas, Anda dapat menggulung dan membuang aluminium foil yang berisi sisa penetasan dan kotoran lainnya itu dengan hati-hati.
Langkah terbaik yang bisa Anda lakukan untuk memastikan kebersihan dan sanitasi sebuah inkubator yaitu dengan segera melakukan pembersihan dan disinfektan setiap kali proses penetasan selesai. Begitu semua proses penetasan selesai – dan semua tukik, cangkang, dan telur yang tidak menetas telah dikeluarkan dari inkubator – cabut kabel power listrik, keluarkan semua peralatan yang bisa dikeluarkan, dan cuci semua perlatan yang bisa dicuci.
Lakukan penyedotan (vacuum) sisa-sisa kotoran kering, lalu bersihkan dengan hati-hati menggunakan cat kuas lembut pada kipas, pemanas, dan thermostat. Kemudian Anda bisa melakukan penyedotan dengan menggunakan selang vacuum untuk menghisap sisa-sisa bulu yang tertinggal. Sikat gigi bekas sangat berguna untuk membersihkan sudut-sudut dan daerah sulit dijangkau.
Jangan mencoba untuk membersihkan kontrol inkubator Anda dengan peralatan bertekanan udara atau perangkat tekanan lainnya, karena bisa mengakibatkan sisa-sisa kotoran masuk ke dalam kontrol dan menyebabkan kerusakan serius.
Setelah inkubator dibersihkan dengan baik, gosok dengan air sabun hangat. Lakukan dengan hati-hati agar tidak sampai membasahi pemanas atau bagian-bagian listrik lainnya. Jika Anda tidak akan menggunakannya untuk beberapa waktu hingga proses penetasan berikutnya, maka yang perlu Anda lakukan adalah membiarkan inkubator tetap terbuka sampai mengering secara menyeluruh – sebaiknya di bawah sinar matahari – kemudian menyimpannya di tempat yang bersih.
Namun bila Anda ingin langsung melakukan penetasan berikutnya, tindak lanjuti dengan menggosok menggunakan disinfektan yang aman. Idealnya, inkubator harus dibersihkan secara menyeluruh setelah setiap penetasan. Jika penetasan pertama Anda berhasil, namun tingkat penetasan berikutnya berantakan, Anda bisa cukup yakin bahwa penyebabnya adalah inkubator Anda tidak dibersihkan dan dideinfeksi dengan benar. Membersihkan setelah setiap penetasan bukanlah masalah yang sulit, oleh sebab itu pastikan selalu melakukan pembersihan dan perawatan setiap kali selesai proses penetasan.
1 comments
Mahasiswa UMA Meraih Juara III Karya Tulis Ilmiah FISIONTICAL 2019 Dalam Bidang Inovasi Smart Inkubator Tingkat Nasional Di Jakarta
https://www.uma.ac.id/berita/mahasiswa-uma-meraih-juara-iii-karya-tulis-ilmiah-fisiontical-2019-dalam-bidang-inovasi-smart-inkubator-tingkat-nasional-di-jakarta
Post a Comment